Hendarto mentransformasi pemahaman falsafah kehidupan jawa yang universal ke dalam karya-karyanya

Tradisi seni, arsitektur dan kehidupan masyarakat Jawa menjadi salah satu inspirasi Hendarto dalam berkarya.
“Sejak masa kecil saya benar-benar menikmati pertunjukan Wayang Kulit, bentuk seni tradisional. Selama sekolah dasar saya kadang-kadang membuat wayang dari kertas tebal, melukisnya, dan menjualnya kepada teman-teman saya.”
Hendarto lahir di Bandung, 16 Januari 1951. Bersekolah di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta jurusan arsitektur, namun tidak menyelesaikan studinya, karena memiliki bakat seni yang cukup kuat, hingga mengawali karir di Yogyakarta dengan mempelajari seni lukis batik di tahun 80’an, kemudian beralih ke akrilik dan cat minyak hingga sekarang. Beberapa kali ikut pameran di dalam dan luar negeri.
Dengan mendalami filosofi dan seni jawa yang telah dikaguminya sejak kecil, Hendarto mentransformasikan pemahaman akan falsafah kehidupan jawa yang universal ke dalam karya-karyanya. Beberapa cerita dan tema dari Alkitab juga direpresentasikannya ke dalam beberapa karyanya yang hingga kini telah menjadi kolektor-kolektor di dalam dan luar negeri.